• ptbintangkencanaan

Amankah Tindakan Cuci Hidung pada Anak?



Hidung tersumbat merupakan masalah utama yang terjadi saat si Kecil terserang batuk pilek. Jangankan beraktivitas, ketika bernapas pun si Kecil akan mengalami kesulitan. Akibatnya istirahat si Kecil pun terganggu, asupan makan dan minum menjadi berkurang, sehingga si Kecil akan sering rewel karena sakitnya bertambah parah. Kini telah beredar luas di media sosial video tentang tindakan cuci hidung untuk si Kecil yang tersumbat hidungnya karena pilek. Ada beragam usia anak pada video tindakan cuci hidung yang beredar luas di media sosial mulai dari cuci hidung untuk bayi, cuci hidung balita, hingga cuci hidung pada dewasa. Alat yang digunakan pun beragam mulai dari suntikan yang diisi cairan salin (cairan infus isotonik atau hipertonik) hingga alat semprot khusus cuci hidung. Intinya sama membantu membersihkan segala sumbatan lendir dan kotoran dari dalam hidung. Melihat fenomena ini, mulai bermunculan pertanyaan amankah tindakan cuci hidung ini? Bagaimana tindakan cuci hidung yang direkomendasikan oleh dokter?


Bersumber dari jurnal kedokteran International Journal of Environmental Research and Public Health, tindakan cuci hidung berperan dengan melunakkan dan mengalirkan lapisan lendir pada rongga hidung. Mediator-mediator penyebab reaksi peradangan atau reaksi alergi seperti prostaglandin dan leukotrien juga dibuang selama tindakan ini. Maka tak heran jika gejala alergi atau gejala selesma dapat jauh lebih berkurang. Dengan dialirkannya cairan salin di rongga hidung, produksi cairan dan kelembaban rongga hidung muah terkendali sehingga berkumpulnya kuman bakteri dapat dicegah. Kandungan ion-ion dalam cairan pembersih juga memberi manfaat tersendiri seperti membantu perbaikan sel selama proses radang, mencegah kerusakan sel, menurukan kekentalan dahak, dan mengurangi kematian sel epitel.


Keamanan dan efek samping


Secara umum tindakan cuci hidung dapat dikatakan aman dan dengan efek samping yang minimal. Efek samping lebih sering dialami orang dewasa dibanding anak-anak diantaranya iritasi hidung, rasa tidak nyaman di dalam hidung, nyeri telinga, dan berkumpulnya cairan di dalam rongga sinus sekitar hidung. Meskipun efek samping tindakan ini sangat kecil, beberapa hal tetap memerlukan perhatian khusus seperti temperatur cairan pencuci yang digunakan, kebersihan dan higiene cairan pencuci, serta kebersihan dan higiene peralatan yang dipergunakan. Untuk mengatasi risiko kontaminasi kuman pada peralatan dapat terjadi dan hal ini dapat diatasi dengan mencuci setiap peralatan yang digunakan dengan air sabun, mengganti peralatan yang digunakan seminggu sekali, hingga menggunakan botol semprot sekali pakai.



Sebagai penutup, tindakan cuci hidung aman dan memberikan manfaat yang baik bagi si Kecil kala mengalami hidung tersumbat akibat selesma, rinosinusitis akut, rinitis alergi, dan rinosinusitis kronik. Hal yang tidak boleh dilupakan bagi orang tua adalah tindakan cuci tangan, kebersihan baik dari cairan pencuci maupun peralatan yang digunakan, serta perlunya nasihat dokter agar manfaat baik dari tindakan cuci hidung diperoleh si Kecil.

14 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua